Investree, untuk pekerja kreatif berburu modal

Bagi pebisnis, hari-hari harus menggaji karyawan dan membayar vendor ialah hari-hari penting saat nama baik dan trust dipertaruhkan.

Hanya kadang, pembayaran dari klien punya termin dan aturan masing-masing. Ada yang bayar dengan DP 20%. Ada yang melakukan pembayaran hanya di hari Jumat dengan invoice paling telat diterima di hari Selasa. Jadi, kalau lewat dari Selasa, ya sampai berjumpa di minggu berikutnya. Ada yang membayar 100% tapi di belakang, setelah semua pekerjaan beres.

Lalu bagaimana semua bisa gajian dan bayaran tepat waktu? Padahal modal kerja udah abis, apalagi jika bulan-bulan sebelumnya minim omzet?

 

Selasa(30/5), ada undangan liputan masuk ke via whatsapp grup. Tertarik dengan issuenya -seputar pendanaan-, saya putuskan mampir setelah urus NPWP baru. Acaranya di Bunga Rampai, pukul 10 pagi. Saya jadi ingat masa lalu saat menggelar launching buku Noriyu di tempat itu. ­čśÇ

Anyway, Investree yang mengklaim diri sebagai pionir jasa layanan pinjam-meminjam online ternyata sudah beroperasi selama 6 bulan. Siang itu, saat peluncuran Investree, saya juga bertemu dengan salah satu pengusaha yang sudah memanfaatkan investree. Perusahaannya bergerak di bidang jasa kreatif, dengan fokus pembuatan laporan tahunan. Biasanya ia sibuk menawarkan jasa mulai akhir tahun. Januari, sudah masuk pekerjaan-pekerjaan baru. Dapat banyak, alhamdulillah. Tapi, semakin banyak pekerjaan baru, semakin besar modal kerja yang dibutuhkan. Bulan Februari-Maret ialah masa-masa ia butuh modal besar. Sementara, aturan main termin pembayaran tiap perusahan bisa berbeda-beda.

investree-screenshoot

 

Selama ini ia mengandalkan dana pinjaman dari teman dan kerabat. Hanya saja, karena meminjam dari individu, kemampuan pun terbatas. Sementara pinjam ke bank juga tak mudah. Lalu ia coba Investree, dengan mengagunkan invoice. Dan beberapa hari kemudian, dana sudah likuid.

Menariknya di investree, kita bisa agunkan invoice. Itu lah kenapa investree cocok menjadi pilihan solusi bagi pengusaha jasa kreatif. Sebab seperti umumnya penyedia jasa, modalnya emang bukan mesin atau properti yang laku dijadikan agunan.

CEO dan Founder Investree Adrian Gunadi menegaskan, pihak Investree akan melakukan verifikasi untuk memastikan invoice tersebut betul adanya, sehingga aman untuk mengundang investor berinvestasi.  Salah satu pertimbangan pinjaman itu akan diloloskan ialah: pemberi kerja mesti bonafide. Sejauh ini, yang dikategorikan bonafide dan terpercaya ialah perusahaan besar yang sudah go public dan BUMN.

Jadi, buat para pekerja kreatif yang sudah punya kontrak kerja dengan pihak-pihak itu, dapat mengagunkan invoice ke investree. Memang, kita harus punya badan hukum (PT) dengan SIUP dan TDP. Tapi, kata Adrian, apabila usaha kita baru berbentuk CV pun masih bisa berupaya.

Lengkapnya, bisa dibaca di artikel yang saya tulis untuk konde.co ya.
http://www.konde.co/2016/06/perempuan-wirausaha-bisa-berburu-modal.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *