Selamat Hari Perempuan Internasional, #BeBoldForChange

Telat ya?
Hari ini sudah tanggal 10, jadi terlewat dua hari.
Alasan klise. Sibuk.  >_<

Persisnya begini.

Tepat pada tanggal 8 Maret 2017,  terjadi drama. Ada yang mengambil keputusan sangat terlambat (melewati weekend) sehingga perubahan sangat mendadak itu membuat saya jadi super enggak enak dengan tim yang sudah dekat ke tempat rapat. Bukan sekadar ganti jadwal meeting, tapi batal project.

Lambat mengambil keputusan hingga detik-detik terakhir membuat semua orang jadi siaga pada posisi yang tak pas. Berapa banyak energi dan pikiran terbuang sia-sia ketika semua baru jelas di satu jam menjelang eksekusi?

Anyway, itu curhat.

Lalu apa hubungannya dengan Hari Perempuan Internasional 8 Maret?

Ehm, kalau secara langsung, enggak ada sih. Saya cuma kasih alasan kenapa postingan Selamat Hari Perempuan Internasional gak pas tayang di tanggal 8.

Tapi, secara tak langsung, masih relevan dengan tema Hari Perempuan Internasional.  #BeBoldForChange 

Berani berubah. Berani. Berubah. Ini mengandung makna “mendobrak”, sesuatu yang bisa saja dilakukan secara ekstrim.

Ekspresi “Berani Berubah” bisa macam-macam. Termasuk berani ambil keputusan dengan cepat, dengan pertimbangan sematang mungkin. Kalau yang punya bisnis sendiri, kadang-kadang malah mengambil keputusan dengan mengandalkan intuisi saja.

Sebab saat ini, issue sesungguhnya ialah bukan membuat keputusan benar atau salah.  Tapi cepat. Sebab ambil keputusan dengan lambat itu dalam perspektif bisnis, PASTI SALAH. Karena lambat itu memang salah.

Jadi, harus sigap dan rela salah. Mengoreksi keputusan salah yang cepat diambil,  lebih mudah dan murah, ketimbang sebaliknya.

Saya sendiri tertarik dengan kebijakan 24 hours auto approved yang diterapkan di mataharimall.com.  Jadi, apabila tim meminta persetujuan untuk aktivitas bisnis apapun kepada atasannya, namun tidak ditanggapi selama 24 jam, maka tim tersebut akan mengambil keputusan sendiri. Apabila salah, atasan yang bertanggungjawab.

Sebab kadang-kadang, CEO yang super sibuk (namanya juga Chief EVERYTHING Officer) menjadi bottleneck untuk bisnisnya sendiri. Email yang menumpuk tanpa keputusan bisa jadi hambatan dan memperlambat proses bisnis. Padahal, butuh approval yang ga sulit. Kadang-kadang cuma sekadar draft template penawaran, misalnya.

Saat mataharimall menerapkan kebijakan itu, mereka mengalami penyesuaian dalam 1-2 bulan. “Chaos sedikit lah. Tapi semua belajar,” ujar Hadi Wenas, CEO Mataharimall.com, di sebuah acara sharing bisnis beberapa waktu lalu di Jakarta.

Buahnya ialah, tim berproses menjadi lebih mature, dengan berani ambil keputusan dan bertanggungjawab untuk itu. Tim juga punya “sense of belonging” lebih tinggi kepada perusahaan.

Di bisnis saya, pelan-pelan saya menerapkan itu. Sedang menunggu waktu tepat untuk merilis apakah kebijakan itu berlaku untuk semua hal, atau untuk kategori tertentu saja.

Lalu, apa hubungannya Hari Perempuan Internasional dan 24 Hour Auto Approved?  Bagaimana menerapkan kebijakan ini dalam personal life, dalam kehidupan rumah tangga, misalnya?

Perempuan single, mungkin bisa lebih cepat ambil keputusan. Saya ingat dulu, semua keputusan yang saya ambil setelah lepas kuliah, selalu diputuskan sendiri. Ke orang tua, sifatnya FYI.

Apakah semua keputusan tepat?

Tentu saja tidak. Banyak yang salah dan merugikan. Tapi kesalahan itu pada akhirnya mendewasakan.

Bagaimana dengan rumah tangga?

Saat menikah, mungkin ada keputusan-keputusan yang harus diputuskan bersama. Tapi, coba pikirkan, siapa yang sebetulnya mendominasi pengambilan keputusan?

Apakah perempuan? Atau lelaki?
Apakah #BeBoldForChange jadi mengharuskan perempuan ambil keputusan strategis di keluarga?

Ya enggak lah.  Capek banget apa-apa tergantung si istri.

Tapi, yang penting, tidak ada yang merasa harus mendominasi.

Tidak harus “tunggu si mas ya.”

Dan ketika keputusan dibuat, tidak ada yang menyalahkan saat keputusan itu terasa salah di kemudian hari.

Mungkin 24Hour Auto Approved itu bisa diterapkan dalam kehidupan rumah tangga juga.  Dalam 24 jam enggak ada respons, harus berani ambil keputusan sendiri.  Dan tidak boleh disalahkan. Tidak boleh diungkit-ungkit.

Begitu juga dengan personal life.

Banyak hal tertunda karena kita menunda mengambil keputusan. Dan keputusan-keputusan yang belum diputuskan itu bisa menggayut memberatkan langkah kita ke depan.  Ambil keputusan. Putus keragu-raguan.

#BeBoldForChange. 
Berani Berubah. Berani Ambil Keputusan Sendiri.

Selamat Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2017.

 

Keterangan gambar: 
Google Doodle 
Ada Lovelace
English mathematician, writer, & the world’s first computer programmer

#TerimaKasihBandaNeira

Makin bertambah usia, makin sering kita menemui perpisahan demi perpisahan.

Teman yang pindah kota ikut bapak ibunya. Sahabat yang melanjutkan kuliah di luar negeri.Teman lama yang tutup usia. Teman dekat yang menikah dan ikut suami, tak sekota lagi. Penyanyi idola yang meninggal. Acara wisuda yang bikin geng tercerai berai. Teman kantor yang memilih pindah. Serial drama Jepang yang berakhir. Atlet yang pensiun. Majalah yang tak terbit lagi. Toko buku yang tutup.

Kita ditinggalkan. Atau kita meninggalkan.
Semuanya bisa bikin patah hati.

Continue reading “#TerimaKasihBandaNeira”