Tanggal muda bagi pengusaha

Jadi pengusaha, rupanya butuh seni ‘menjiwai’.
Apalagi yang masih dalam tahap merintis.
Masih dalam tahap harus rutin berhitung ulang.

Tiap bulan mau habis, harus itung-itung.
Ada gaji pegawai yang jadi amanat.
Jangan sampai telat.
Bahaya, bisnis bisa tak berkah.

Lalu, setiap saat mesti siap dengan banyak kabar.
Baik atau buruk, harus bisa ditelan dengan tenang.
Untuk kemuian dicerna, dipikirkan, diputuskan.

Kabar baik, tentu disyukuri.
Kabar buruk, ya dinikmati.
Ambil sikap terbaik, toh semua kelak akan terlewati.

Kadang-kadang, kelelahan bikin jiwa pun melemah.
Kita cenderung kuat jika tubuh juga sehat.
Jadi baik-baik jaga kebugaran.
Agar semangat tetap berkobar dan pikiran tetap tenang.

Saat girang,  harus tetap ingat untuk banyak-banyak berhemat.
Uang masuk mesti diputar ulang.
Agar bisa mendulang untung lebih besar,
dalam jangka panjang yang tak berkesudahan.

Pun harus sabar.
Sejak tahap awal menuju berkembang, rata-rata butuh tiga tahun.
Waktu tak pernah bisa dibohongi.
Kalau fokus berkarya, waktu yang akan jadi faktor ungkitnya.
Ia yang akan membawa bisnismu ke angkasa
Cepat atau lambat itu relatif.
Tapi tak ada bisnis yang besar dalam semalam.

Pada akhirnya,
dibutuhkan tekad dan ketahanan. Sekali mengimani tujuan, pantang berhenti, meski pasti lelah sesekali.

🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *