Tentang Menjadi Perempuan 30-an

Minggu lalu, saya bertemu teman.  Kami kenal sudah lama, dan sesekali berjumpa -baik sengaja atau tidak- dalam sejumlah penggalan episode kehidupan.

Saat ia masih belasan, dan saya di awal 20an.

Saat ia di momen absurd seperempat abad, dan saya di awal 30-an.

Kini,  usianya pas 30 tahun.

Buat saya, usia itu sungguh menyenangkan. Usia tanpa galau. Udah mulai punya duit sendiri, (biasanya) juga udah mulai mapan dalam karier, dan sudah terbiasa dengan sejumlah kecewaan. Jadi, tak terlalu norak menghadapi masalah hidup, dan jika terjadi lagi pun, tak terlalu lama playing victim.

“Iya tau, Kak. Enak banget. Bebas kemana-mana. Bener-bener fearless dan worry free.”

Haha. Iya. I know.

Apakah ia masih ditanyai “kapan menikah”?

Ya, tapi biasanya umur segitu mah sudah kebal. Dan sudah biasa memberi banyak versi jawaban tanpa harus menjadi nyinyir.  Sebab pertanyaan seputar menikah dan anak ialah hal-hal yang akan terus mengelilingi perempuan.

Happy 30, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *