Toko Budi dan Dongeng Kopi, tentang 6 jam yang istimewa di Yogya.

Yogya selalu bisa membuat saya suka. Mungkin karena tak pernah menetap terlalu lama, mungkin karena memang Yogya punya banyak pesona. Entah. Tapi saya suka atmosfernya. Makanan. Tempat-tempat menarik, dan tentu saja buku-buku Yogya. Ehm, maksud saya ialah Yogya tidak dalam peak season-nya ya.

Akhir Maret lalu saya ke Jogja. Singkat saja. Pergi pagi, pulang maghrib. Untungnya yang ngajak meeting tahu tempat menyenangkan hati. Ia mengajak kami ke Toko Budi, lalu ngopi dan berbincang di Dongeng Kopi. Letaknya di kawasan Gorongan, Condongcatur. Ada di sana juga, Indie Book Corner.

Toko Budi ialah toko buku, kecil saja. Seperti kamar kos-an yang umum ditemui di kota-kota mahasiswa. Bangunannya menempel dengan Dongeng Kopi dan Indie Book Corner. Koleksi buku di Toko Budi tidak banyak, tapi judul-judulnya menggoda untuk diborong. Kalau kalian orang Jakarta yang doyan ke Pasar Santa, tampilan Toko Budi ini mirip-mirip POST lah, semangatnya, juga beberapa koleksinya. Seperti buku-buku penerbit Oak dan Marjin Kiri. Di toko buku yang kecil ini, umumnya kita bisa bahagia. Bisa ngobrol tentang buku dengan yang kebetulan sedang bertugas jaga.

TokoBudi

TokoBukuBudi

Saya sempat beli Pangeran Mandasia si Pencuri Daging Sapi. Karya Yusi Avianto Pareanom ini sangat saya rekomendasikan untuk dibaca, terutama kalau kamu udah mulai kebanyakan baca buku-buku Tere Liye dan Andrea Hirata. Kenapa? Haha. Beli aja. Saya belum sempat nulis review-nya. Sudah banyak kok yang nulis, googling aja. Percayalah, dongeng kontemporer ini sangat layak dibeli. Halaman demi halamannya begitu membetot perhatian.

Anyway, ada Olie di Toko Budi saat kami tiba. Ia berbaik hati memberi diskon 10% untuk buku-buku yang kami beli. Yang mengundang meeting, juga baik. Dia membawakan sekantong berisi buku-buku dan mentraktir kopi. Asyik!

DongengKopi

CoffeeKilltheTea

Dan kopi di Dongeng Kopi itu bukan bualan enaknya. Apalagi kalau kamu (seperti saya) biasa minum kopi cap ratu bermahkota bintang. Duh, lewat lah. Saya sempat coba dua rasa. Coffee kill the tea yang hot (iya, namanya emang gitu) dan something cold apple coffee brew atau apalah gitu. Dua-duanya enak. Tapi mungkin karena siang dan Yogya agak gerah, saya lebih suka kopi dingin rasa apel. Asli, enak banget.

Ada beberapa pengunjung siang itu, yang kemudian mengerubungi Eka Pocer. Ternyata wawancara. Mungkin anak-anak kampus. Ada Mas Adhe, penulis buku Declare yang saya suka itu, sedang menyelesaikan tulisannya yang kemudian dipublikasikan di Β blog Kampung Buku Jogja.

DongengKopi-Titik1

 

Dan ya, meeting kami lancar siang itu. Mudah-mudahan kelancarannya kelak bisa mendatangkan banyak alasan untuk saya selalu pergi ke Yogya. Terima kasih buat yang ngajak meeting. Jadi saya bisa tau tempat-tempat asyik seperti Toko Budi dan Dongeng Kopi. Hari itu berakhir diΒ rumah ibu mertua, Β tempat saya menjemput 10 kotak bakpia lalu kembali ke Jakarta.

 

22 Replies to “Toko Budi dan Dongeng Kopi, tentang 6 jam yang istimewa di Yogya.”

  1. kopi rasa apell?? waahhh aku jd penasaran ^o^.. sbnrnya ga suka kopi, tapi kalo kopi2 dgn rasa unik gitu aku suka mbak.. sip sip..dicatet dulu.. kalo ke jogja pgn datangin tempatnya.. akupun slalu suka ama jogja.. kuliner yg ga abis2, pantai nya cantik2, orgnya ramah2 :).. lama2 solo kampung halaman suami jd ga menarik hati lagi πŸ˜€

  2. Terimakasih atas review apiknya. Bila berkenan kami hendak membagikan kopi sebagai seduhan kawan menulis berikutnya. Boleh langsung bertandang ke gerai kami di Jl. Wahid Hasyim no. 3 Gorongan Condong Catur Depok Sleman, atau tuliskan alamat dan kirim via WA di 087719999267

  3. Kini kami sudah ada di Jogja utara. Berpindah dari ruang lama ke tempat baru yang lebih representatif. Lebih njawani dan lebih luas dengan kapasitas parkir yang sangat memadai. Lebih cocok untuk kumpul bersama keluarga, dan komunitas, serta lebih kaya akan ragam pilihan minuman maupun penganan dengan kopi yang lebih seru. Satu kopi yang tak mungkin didapati di tempat lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *