8 Cara Menghasilkan Uang dari Blog Pribadi, Kamu Juga Bisa!

Dibaca normal : 8 menit

Pekerjaan job review masih dianggap sebagai cara menghasilkan uang dari blog yang paling menjanjikan di kalangan blogger. Tapi percayalah, ini bukan satu-satunya.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on email

Klik tanda di kanan untuk menutup atau membuka menu ini

Sebagai blogger dengan tingkat konsistensi penulisan yang rendah, saya belum terpikir menghasilkan uang dari blog dengan menjadi reviewer. Hihi, tau diri lah ya. 

Sejauh ini, saya hanya menggunakan blog pribadi sebagai etalase karya sehingga calon klien lebih mudah mengetahui apa yang bisa saya lakukan untuk mereka. 

Tapi, sebagai orang yang beberapa kali membantu brand bekerja sama dengan blogger, saya tahu banyak teman blogger yang biasa menerima pekerjaan ini dan memiliki tambahan penghasilan super lumayan dari pekerjaan sebagai job reviewer. 

Nah, sejauh pengalaman dua dekade membuat blog di berbagai platform gratisan hingga punya blog dengan domain pribadi, berikut 8 sumber penghasilan bagi blogger, yang saya tahu pasti memang ada dan menjanjikan. 

Job review

Jenis pekerjaan ini paling populer di kalangan para blogger. 

Dari kacamata brand sebagai pengiklan, artikel yang ditulis blogger maupun materi postingan para influencer di media sosial bisa lebih terukur dampaknya.

Artikel di blog lebih berumur lama, dan bisa ‘dipanggil’ kapan saja dari mesin pencari. Biasanya artikel dengan SEO yang bagus dan engagement kuat mampu bertahan lama di page one. 

Sedangkan postingan di medsos lebih berdampak cepat, namun berumur pendek. Meski begitu, keduanya dibutuhkan dan bisa saling melengkapi. 

Fee job reviewer bervariasi, mulai dari rata-rata Rp200 ribu hingga Rp1 jutaan. Ini rentang rata-rata ya. Karena ada juga yang pasang rate hingga Rp5 juta per artikel. 

Buat brand, membayar Rp5 juta per artikel bisa menjadi investasi berharga jika artikel itu menghasilkan penjualan langsung yang konsisten hingga 3 bulan mendatang. 

Namun, rate Rp500 ribu pun akan dianggap terlalu mahal jika traffic dan engagement atas artikel itu mengecewakan. 

Dalam hal ini, harga menjadi relatif. 

Biasanya, saat mewakili brand, saya pasti langsung oke ketika disodori rate card dengan harga Rp500 ribu per artikel review untuk angka kunjungan rata-rata 20 ribuan per bulan. Ini untuk blog dengan niche spesifik dan enggak terlalu random.

Pernah juga kami meloloskan artikel dengan tarif Rp1 juta, dengan angka kunjungan blog mencapai 30 ribu per bulan.

Untuk job content placement, rata-rata tarif yang bakal disetujui ialah Rp350 ribu -Rp700 ribu dengan angka kunjungan seperti di atas.

Nggak sekali dua kali saya menemukan blogger yang gak sabaran. Ga sabar nunggu blog berkembang. Traffic dan engagement belum seberapa, nulis juga masih biasa aja, namun berani pasang harga di atas rata-rata. 

Sementara di sisi lain, saya juga tahu tidak sedikit agency yang menyamakan rate blogger dengan rata-rata harga penulis konten di pasaran. Tau kan, rate 20 ribuan untuk rate 500 kata?

Namun begitulah pasar. 

Blogger bisa ikut arus pasar, atau tetap dengan idealisme. Yang penting, jika memang sudah terima job, sudah setuju dengan fee, ya mesti profesional.

Google Adsense dan jaringan pengiklan lainnya 

Banyak blogger sudah merasakan nikmatnya memiliki penghasilan dari Google Adsense. Salut saya buat mereka semua. 

Sebab perjalanan menerima penghasilan itu tentu tidak gampang. 

Blog berbahasa Inggris masih mendapatkan rate lumayan. Tapi blog berbahasa Indonesia, setahu saya masih murah, sekitar Rp300 hingga Rp700 per klik, yang lumayan ya Rp1.000 per klik. 

Untuk blog Indonesia, rata-rata penghasilan per klik di Google AdSense hanya sekitar USD 0.04, atau Rp560 (perhitungan kurs Rp14.000), dengan rasio klik (CTR) di bawah 3%. (Silakan komentar untuk update terbaru yang kamu tahu ya)

Jadi, kalau blog kita dikunjungi 10 ribu orang per hari, dengan 300 orang klik iklan, maka penghasilan dari Google Adsense mencapai USD 12 atau sekitar Rp168 ribu per hari. 

Itu 10 ribu visitor per hari loh. 

Katakanlah dalam 30 hari sebulan, blog berhasil secara konsisten menjaga traffic 10 ribu orang per hari, maka penghasilan bulan itu mencapai Rp5 jutaan. 

Besar? 

Kalau aku bilang sih, berat. 

Buat mencapai angka kunjungan 10 ribu per hari, alias total 300 ribu per bulan itu, wih…tau lah kaya apa effortnya. 

Media massa online aja ada yang engap-engapan mencapai 300 ribu per bulan. Itu media yang ada reporter, ada redaktur, dan kelengkapan organisasi redaksi yang lumayan ya. 

Makanya, meski Google Adsense menjanjikan penghasilan yang sepertinya “seksi”,  kita juga harus bisa memperhitungkan perjalanan menuju penghasilan Rp5 jutaan per bulan itu.

Advertising Revenue Google pada 2020 mencapai USD 146,92 miliar, dari berbagai kanal. Google membagi 68% kepada publisher untuk Adsense for Content dan 51% untuk Adsense for Search. Data revenue ini dirilis oleh Statista.com

Biar dapat ‘remahan’ dari revenue itu, silakan mendaftar Google Adsense.

Susah-susah gampang, sih.

Traffic besar menjadi syarat utama. Setelah itu konsistensi membuat blog dengan prinsip-prinsip SEO jadi hal wajib. Mesti rajin dan cermat cari kata kunci populer. 

Kemudian waspadai aturan Google Adsense yang ketat, agar blog tidak di-banned

Tidak mudah, tapi bukannya tidak mungkin. 

Jika kamu mau dan mampu, blog-blog berbahasa Inggris memiliki potensi penghasilan jauh lebih besar. 

Selain Google Adsense, ada juga alternatif lain seperti AdNow, hingga Infolinks. Niagahoster pernah posting 11 Alternatif Google Adsense untuk menghasilkan uang dari blog pribadi. 

Menghasilkan uang dari blog dengan menjual produk 

Potensi penghasilan lumayan bisa didapat dari menjual produk, bisa produk fisik atau digital. 

Misalnya, kamu jago banget mendesain. Topik blog kamu seputar parenthood dan family

Nah, bisa tuh jualan produk digital seperti template desain buat edukasi kreatif anak-anak. 

Memang, produk semacam ini banyak yang gratisan. Namun, jika blog pribadi kamu cukup kuat membangun trust, pasti ada pembelinya. 

Dari sisi ibu-ibu sibuk yang menjadi target pembeli, kepraktisan lebih disukai daripada keribetan. Mereka lebih suka membeli kepraktisan dibandingkan gratis tapi rumit dan makan waktu. 

Jika menjual produk digital Rp50 ribu, kamu hanya butuh 100 orang saja per bulan untuk mencapai penghasilan bulanan Rp5 juta. 

Ngejar 100 orang dari 30 ribu kunjungan per bulan tuh bisa banget, cuma ngejar 0.3% saja. 

Salah satu contoh blogger yang menerapkan hal ini ialah Teguh Hidayat. Ia merilis analisis atas emiten saham per kuartal. 

Bagi investor saham yang tak punya waktu meneliti emiten potensial, laporan Mas Teguh ini sangat membantu. 

Harganya juga tergolong terjangkau bagi kelompok investor saham. 

Blog teguhhidayat.com yang sudah bertahan lebih dari 10 tahun.

Memperhitungkan effort, tentu saya lebih suka menjual produk digital untuk menghasilkan uang dari blog.

Mekanisme juga lebih mudah meski ada saja potensi produk disebarluaskan secara ilegal. 

Sebetulnya ada layanan perlindungan file PDF agar tidak bisa dibaca di device berbeda, tapi harganya lumayan, mulai dari USD 500 per bulan menggunakan locklizard.com. Pilihan lain, bisa saja memproteksi PDF agar tidak bisa diprint.

Bisa juga dengan setiap orang diberikan link unik (menggunakan kode UTM) sehingga kita bisa melihat seberapa sering link unik itu digunakan. Cara ini bisa mendeteksi kecurangan. 

Namun jika cara-cara itu memusingkan secara teknis, strategi lain ialah meningkatkan promosi agar tercapai target pembeli yang kita inginkan saat launching.  Mau tak mau, promosi mesti dibantu juga dari media sosial. 

Setelah itu, jual seperti biasa. 

Anggap penjualan setelah launching adalah bonus, dan ikhlaskan saja jika ada yang curang. Mianhae

Buat yang ingin menjual produk fisik, tentu saja bisa. Namun, sebisa mungkin produk harus unik.  Dan jangan lupa untuk membuat outlet di marketplace sehingga memudahkan dari sisi administratif. Jadi kita bisa mengarahkan calon pembeli ke link tersebut. 

Bagi saya, menjual produk digital dan fisik merupakan cara mendapat uang dari blog yang jauh lebih mudah dilakukan daripada berjibaku untuk meraih pundi-pundi Google Adsense.  

Bagaimana dengan kamu?

Menjual space iklan secara langsung 

Blog pribadi bisa kok menawarkan space iklan langsung ke brand sebagai pengiklan, asal brand mau aja. 

Bisa juga ditawarkan ke sesama blogger yang punya bisnis atau toko online, misalnya. 

Harga bisa ditetapkan sendiri. Asal sama sama senang maka beres urusan. 

Jangan lupa, siapkan media kit yang proper agar calon pengiklan bisa mengetahui segala sesuatu tentang blog kita, sehingga memudahkan mereka mengambil keputusan. 

Program afiliasi  

Jika dulu penghasilan afiliasi yang dikejar ialah afiliasi Amazon, maka saat ini sudah ada marketplace lokal yang menawarkan program afiliasi seperti Blibli dan Lazada. 

Komisi tertinggi yang ditawarkan Blibli ialah 4%, untuk kategori fashion pria, fashion wanita, serta alat olahraga dan kegiatan outdoor.  Sedangkan Lazada menawarkan komisi lebih tinggi.  

Pada masa-masa pandemi, banyak situs dan aplikasi investasi menawarkan program afiliasi yang lumayan. Boleh langsung baca pengalaman mas Sabda di blogsabda.com yang mengasilkan 6 jutaan dari dua program afiliasi Bibit dan Akseleran.

Tertarik?
Kalau sudah coba, boleh dong share pengalaman kamu 😀 

Blog ini baru saja dipasangi afiliasi Niagahoster. Silakan loh yang butuh domain dan hosting, kamu bisa dapat diskon 5% dengan menuliskan kode: sic5

^_^ 

Langganan berbayar

Menurut saya, inilah level tertinggi kepercayaan pembaca atas blogger sehingga bisa dimonetisasi menjadi biaya langganan membaca blog. 

Di Indonesia, ada yosefardi.com yang menerapkan sistem langganan bulanan, USD77 per bulan untuk pembaca yang ingin mengakses semua konten di blog tersebut. 

Mahal? 

Mungkin. 

Jika dibandingkan dengan biaya langganan Harvard Business Review sebesar USD 15 per bulan, maka biaya langganan di yosefardi.com memang terlihat lebih mahal. 

But, it works for him. 

Setidaknya saya tahu bisnis blog itu berjalan dengan baik pada era 2015-2017, dengan subscriber eksklusif dari perusahaan dan individu penting di luar negeri. 100 subscriber saja menghasilkan USD 7700 loh, udah Rp100 jutaan per bulan.  

Buat tahun 2021, saya belum punya update terbaru. 

Sebuah blog pribadi  yang bisa begitu terpercaya sehingga membuat pembaca bersedia membayar, emang juara sih. 

Kalau saya, sejujurnya, bersedia sekali membayar biaya langganan hingga Rp50 ribu per bulan buat blog dengan konten-konten ‘daging’ semua ala panduamim.com 

Media alternatif remotivi.com hingga magdalene.co juga menggalang dukungan. Saya pun happy-happy saja memberi dukungan, karena saya menikmati artikel-artikel mereka. 

Begitu juga dengan techinasia, dailysocial, hingga Bisnis.com yang sering saya baca.

Personal branding & etalase karya

Menjadikan blog pribadi sebagai etalase contoh karya kita adalah cara menghasilkan uang dari blog secara tak langsung. 

Cara ini lumayan berhasil buat saya. 

Tapi foto ini bukan saya. Sekadar ilustrasi saja 🙂

Biasanya jika sedang pitching kerjaan, pasti para pemberi kerja ini bakal kepo dan stalking. Maka ketika mereka mengetikkan “Sica Harum” di Google, bakal nemu blog pribadi kan tuh. 

Dari situ, kita membantu para pemberi kerja mengambil keputusan. 

Blog dengan banyak konten dan SEO yang bagus, justru lebih sering mendatangkan para klien di luar jaringan. 

Ini pun pernah saya rasakan, dan Alhamdulillah jadi penghasilan juga. Bahkan bernilai dollar sehingga terasa efek tukar rupiah yang menguntungkan. 

Berburu hadiah lomba

Menang kalah memang hal biasa dalam perlombaan. Tapi jika memang niat, hadiah lomba itu layak diperjuangkan. 

Kalau teliti dan rajin nge-cek informasi lomba, sebetulnya selalu ada lomba menulis blog tiap bulan. 

Apalagi kalau kamu bergabung dengan komunitas, informasi seperti ini biasanya gak akan terlewat. 

Saya enggak sering ikut lomba blog, hanya sekali pada 2016, dan pada 2021. Ada yang menang, ada yang kalah. 

Tapi banyak loh blogger langganan juara. Daebak!

Buat kamu dengan jiwa kompetisi tinggi, berburu hadiah lomba bisa jadi jalan ninjamu. 😀

Deadline lomba: 6 Juni 2021. Klik gambar untuk Info lengkap

Nah, kira-kira, mana cara menghasilkan uang dari blog yang paling cocok buat tipe blogger seperti kamu?

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on email

10 thoughts on “8 Cara Menghasilkan Uang dari Blog Pribadi, Kamu Juga Bisa!”

  1. Aku masih suka dengan review sih kak, pengennya review produk-produk yang aku banget gitu, disajikan dengan ala aku juga. Sehingga ada keterikatan dengan pembaca setia. Tulisan kak Sica banyak sekali mencerahkan aku, ditulis dengan sangat sangat baik. Beda ya emang kalau blogger profesional 🙏🙏

    1. Aigooo. Jadi tersanjunggg hahaha

      Semoga banyak job review yang cocok sama selera dan kebutuhanmu di masa depan.

      Terima kasih sudah mampir 😀

  2. Halo Kak Sica, salam kenal. Dunia blog tetep ga ada matinya meski media visual bergerak semakin populer beberapa tahun terakhir. Saat ini saya mulai fokus ke optimasi Google Adsense di blog saya. Pertimbangannya lebih bisa survive dan challenging banget karena harus rutin posting minimal 2 artikel tiap hari. Rasanya jadi seruu menjadi blogger. 😄

    1. Wah manteb nih.
      Daya juang saya masih lemah..hehehe.

      Ntar saya bisa belajar deh sama kamu.

      Makasih udah mampir yaa

  3. Saya baru belajar serius dengan blog, dan lumayan baru dapat kerjaan dari review beberapa produk. Tulisan Mbak Sica semakin mencerahkan saya, ternyata banyak jalan untuk mempunyai penghasilan melalui blog ya.

    1. Baca ini jadi tertampar, aku tau diri sih kak DA kecil tapi PV lumayan meskipun kalo ada job PV nya naik pelan2 tapi aku selalu berusaha profesional dan jujur sama PV.

      Paling sering Review dan content placement, Google Ads baru gajian sekali dan kayaknya bisa gajian lagi tahun depan heheh anggap aja sambil tidur gajian lah..

      Makasih infonya aku baru tau ada blog berbayar gitu hihi kalo lomba aku jarang dan paling nyaman lomba sponsor juga sih ups!

  4. Halo Kak Sica. Aku dapat banyak insight dari tulisan Kakak khusunya yang review. Jadi mikir apa kemurahan ya rate cardku wkwk 🙈🤣. Kalau Adsense aku juga belum fit. Afiliasi masih dikit2 hehe.

    Aku suka banget sama tampilan blognya unik dan keren. Gak banyak fitur tapi elegan 😍 ini develop sendiri websitenya?

    Jadi pengen ke WP tapi … (#banyakalasan 😂)

    1. Makasih udah mampir ya.

      Mengenai ratecard, tiap digital agency biasanya punya standar sendiri-sendiri.
      Blogger yang memberikan informasi lengkap terkait traffic dan enggagement, serta clear menjelaskan strength pointnya, pasti akan membantu agency untuk mengambil keputusan terbaik.

      Website ini didevelop menggunakan WordPress dan didukung plugin Elementor
      jadi ya bikin sehari juga kelar. 😀

      Grafis bikin di Canva, pake icon/element gratisan.

      Warna liat panduan aja. Saya agak “buta” sama paduan warna, jadi googling aja buat nemu warna yang selaras.
      Seperti blog ini cuma pakai 3 warna utama yang kalem semua, dan text warna standar.
      Saya googling “three colour combination, green”

      Kalo font tergantung selera, asalkan keterbacaanya bagus. 😀

      Tetep di blogspot juga gpp, tapi WordPress (menurutku) lebih membebaskan kita bebas bikin apa aja
      Hiihihihi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Klik tanda di kanan untuk menutup atau membuka menu ini

Dapatkan diskon 5% dengan klik iklan ini dan menuliskan kode: sic5
BloG

Drakor, buku, dan celotehan lainnya.

Baca topik lainnya: