Meski tampak keren di luar, Han Won sesungguhnya bucin yang berpikiran lurus tentang cinta pertamanya, Kim Ji Soo.

Kim Ji Soo adalah teman masa kecil semasa di Norwegia, yang tumbuh bersama hingga SMA.

Mereka sering berjalan melintasi hutan pinus. Bertahun-tahun. Saat terang, ataupun gelap, saat langit penuh guruh dan petir.

Ji Soo kemudian kembali ke Seoul, dan Han Won kuliah di Amerika Serikat.

Suatu hari, saat Han Won sedang kuliah, sebuah pesan masuk. Ji Soo mengajak bertemu.

Dan bisa ditebak, beres kuliah, Han Won langsung terbang ke Seoul dengan penerbangan hari itu juga.

Mau jadi bucin kelas dewa butuh modal tak sedikit ya cyinnn.

Tapi pertemuan yang harusnya indah itu, berubah jadi kenangan paling dramatis dan menyedihkan bagi Han Won.

Ji Soo bilang akan menikah dengan pianis muda yang membuat ia merasa berkembang.

Rasain, Han Won!

Wajah sendu nan melankolis Jung Hai In emang pas banget buat lakon-lakon ‘duh biyung, mesakno aku’.

Cintanya tak berbalas.

Tapi ia memilih menikmati cinta platonis itu, dan menitip pesan kepada si perempuan.

“Kalau nanti kamu menderita, telpon aku.”

Han Won, A Piece of Your Mind (2020)

Duh.

Apa yang ingin kamu simpan dari orang yang kamu sayang?

Sepuluh tahun berlalu sejak perpisahan jahanam itu.

Han Won sudah kaya raya karena berhasil mengembangkan sebuah mesin AI untuk terapi kesehatan mental.

Mesin AI itu dibuat berdasarkan ingatan, pengalaman, dan situasi psikologis hatinya.

Namun, cara pikir Han Won masih sederhana, meski ia punya gaya hidup ala geek bergaji besar : fokus pada hal esensial, berapapun harganya.

Han Won masih bertahan dengan cinta platonisnya.

Ia lantas berusaha mendapatkan rekaman suara sang cinta pertama.

Bukan sembarang rekaman, tapi rekaman konsonan dan vokal bahasa Norwegia, dan sebait puisi Korea.

Next

Pages: 1 2 3 4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *