Hari Lansia 29 Mei, Sudah Paham Apa Keinginan Lansia di Sekitarmu?

Dibaca normal : 3 menit

Keragaman drama Korea yang memungkinkan spot untuk lansia sebagai bintang utama, menyadarkan saya pada beberapa hal.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on email

Klik tanda di kanan untuk menutup atau membuka menu ini

Salah satu hal yang paling saya suka dari drama Korea ialah eksplorasi ide cerita yang sangat beragam.

Meskipun drama makjang ala sinetron yang penuh plot twist dan tokoh-tokoh super jahat itu punya rating membubung tinggi, namun drama slice of life ala Be Melodramatic yang sangat underrated juga masih punya ruang.

Begitu juga dengan tokoh-tokohnya.

Walaupun duet aktris aktor dengan visual menawan kerap jadi formula, termasuk menempatkan para idol di layar kaca demi menggiring para fans menaikkan rating, namun spot untuk lansia pun masih ada.

Buat penonton drakor angkatan pandemi, dua drama lansia ini masih tergolong baru dan menarik untuk disimak.

Paling tidak, gambaran tentang lansia di dua drakor ini lebih beragam lah, tak selalu miris dan dipersepsikan butuh rasa iba.

Mumpung pas Hari Lanjut Usia Nasional 29 Mei nih!

Drama Korea Navillera

Navillera masih bisa ditonton di Netflix.com

Drama ini mengisahkan persahabatan pemuda dan lansia, yang sama-sama ingin terbang di panggung sebagai balerino.

Bayangkan, suatu hari ayahmu atau kakekmu, yang berusia 70 tahun, bilang akan belajar balet.

Kalau cuma kepingin muter-muter dan beli gelas di Ikea, atau penasaran dengan paket burger Mc Donald sih, gampang kan.

Tapi, kadang kita tak siap dengan cita-cita semacam ‘ingin jadi balerino’.

Mungkin sesaat kamu akan bingung. Atau mungkin berprasangka.

Mungkin setelah itu kamu akan haru, ketika mengetahui cita-cita itu ialah keinginan yang tak pernah tercapai sejak kecil.

Coba deh tanyakan apa yang diinginkan orang tua.

Kalau jawabannya ‘udah enggak pengen apa-apa’, jangan langsung percaya.

Secara naluri, orang tua akan selalu berusaha tak merepotkan anaknya.

Siapa tahu, ada keinginan yang tak pernah sempat dilakukan.

Maklum ya, zaman dulu tuh follow your passion tidak dirayakan seperti saat ini. Mengerjakan yang disuka? Idih… apaan tuh.

Kerja, bagi generasi dulu, ya urusan bertahan hidup.

Apalagi jika sudah menjadi orang tua. Mereka pasti fokus untuk membesarkan anak-anaknya. Hobi, apalagi cita-cita, mungkin tak sempat lagi terpikirkan.

Bayangkan ada keinginan yang belum bisa dilakukan karena tuntutan sebagai orang tua yang ‘harus berkorban’ bagi anak.

Atau karena keinginan itu belum dianggap wajar di masyarakat sehingga bakal memunculkan stigma negatif yang tentu saja tidak membuat nyaman.

Melihat representasi lansia di drama Korea, beberapa kali, cukup membangun kesadaran bahwa lansia pun memiliki impian dan ketakutannya sendiri.

Terus terang, saya jadi lebih bisa melihat orang tua saya sebagai sesama manusia dewasa. Punya ketakutan, punya keinginan, butuh teman.

Sejak ngekos, lalu bertahun-tahun hidup terpisah, saya sempat tergagap dengan ‘hah, kenapa papa mamaku jadi udah tua banget sih.”

Tapi sekarang udah lebih santai dengan fakta bahwa kita semua menua. ๐Ÿ˜€

Lebih berusaha agar tidak membebani dan sebisa mungkin memberi jalan untuk mewujudkan hal-hal yang diinginkan.

Para lansia itu, adalah kita kelak.

Mungkin kita pernah mengalami quarter life crisis di usia 25-an, atau kegalauan saat 30-an, bahkan rasa gamang itu masih ada kok di usia 40-an.

Para lansia pun sama. Karena perasaan-perasaan itu akan selalu ada. Bahkan bagi orang tua, dengan pengalaman puluhan tahun hidup, menjadi lansia adalah pengalaman pertama.

Ada gugup.

Ada gamang juga.

Lebih kurang, begitulah lansia direpresentasikan di Navillera yang menampilkan kisah keluarga khas Asia, tampak berjarak tapi sebetulnya saling memperhatikan.

Si pemuda balerino, Lee Chae Rok, diperankan Song Kang, aktor muda yang bakal punya masa depan bagus. Aktingnya selalu keren, salah satunya di Netflix Series horor rasa bawang Sweet Home.

Shim Deok Chul, diperankan apik oleh aktor senior Park in Hwan, memilih mengerjakan apa yang ia inginkan sebelum fisiknya terbatas, dan tutup usia.

Barangkali, ada lansia di sekitarmu yang punya masih punya cita-cita, meski tak jadi balerino? ^_^

My Dear Friend, Drakor Penuh Lansia

Pertama kali mengetahui drama korea yang tayang di tvN ini, saya cukup kaget. Para pemeran utama lansia semua!

Sejujurnya, saya sampai di drama ini karena kepo sama jejak Jo Insung. Ho oh, yang gantengnya seperti diabadikan itu, awet banget!

Jo Insung (kiri) udah lama banget enggak main drama.

Tapi di drama ini, dia muncul seiprit lah.

Porsi terbesar ialah untuk para halmeoni (nenek) dan halaeboji (kakek) yang bertemu saat reuni dan memutuskan buat nge-geng lagi.

Para pemainnya, aktor senior beken semua. Pecinta drakor pasti familier.

Dan saya terpaku sejak episode pertama, tak lagi fokus pada Jo Insung. ๐Ÿ˜€

Dear My Friends menawarkan kisah manusiawi para lansia, berpusat pada kehidupan 5 perempuan lansia yang masing-masing punya kehidupannya sendiri.

Anak-anak yang semakin dewasa dan punya banyak urusan, zaman yang terus bergerak sehingga melebarkan gap antar generasi, hingga tubuh yang tak lagi menopang utuh.

Cukup kompleks dan sesekali dramatis. Karakternya beragam.

Salah satu yang saya ingat ialah ketika Park Wan, anak dari salah satu lansia itu merefleksikan hubungannya dengan sang ibu.

Meski kita sudah jadi orang tua, tetap saja kita adalah anak dari orang tua kita, dan merasa mereka selalu ada untuk selamanya, lebih tau dan lebih cakap.

Padahal, enggak.

Di masa tuanya, orang tua butuh teman, bukan anak yang mengasihani.Butuh sosialisasi, butuh hiburan.

Cakep kok drakor ini, termasuk salah satu yang aku rekomendasikan, buat penonton drakor dengan jam terbang lebih dari 5 judul lah, ang udah enggak terlalu ngejar visual para oppa tamvan dan fokus ama cerita. Hahaha.

Kalau kamu, sudah nonton drakor lansia apa? Boleh tulis di kolom komentar ya.

Baca Juga:
Drakor Lansia Dear My Friends, Menjadi Tua Sebisanya Bahagia

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on email

8 thoughts on “Hari Lansia 29 Mei, Sudah Paham Apa Keinginan Lansia di Sekitarmu?”

  1. Banyak teman-teman yang merekomendasikan Navillera, tapi belum sempet nonton…. *banyak alasan.. hehe. Katanya bagus banget pesan tentang keluarganya di drakor itu.
    Sekilas liat traillernya saja memang unik drakor itu, segala balerino bisa diangkat menjadi tema yang sangat menjual. Daebak

    1. Emang nonton serial tuh makan waktu sih, apalagi kalo yang bagus dan endingnya nagih. Bikin betah nonton maraton.

      makanya emang mesti pilih-pilih sih ya. ๐Ÿ˜€

      Navillera, seperti umumnya Original Series Netflix, untungnya cukup 12 episode aja.

        1. 16 eps shay…. awalnya aku ga terlalu berharap banyak, eh ternyata cussss.. Sempet mau nulis review, tapi end up ama nulisin karakter-karakter aja. wkwkwkwk ..

  2. Saya kebetulan bukan penonton drakor. Ga sempet euy….๐Ÿ˜…
    Tapi tulisan ini menarik karena saya mengalaminya sendiri.
    Ketika ayah saya meninggal dunia, ibu punya waktu lebih banyak untuk dirinya sendiri. Me time….๐Ÿ˜€
    Dan ternyata ibu memilih me time dengan caranya sendiri. Ibu ternyata punya keinginan terpendam, yaitu belajar aikido ๐Ÿ˜…
    Jadi lah ibu latihan aikido dengan putra sulung saya. Setiap minggu nenek dan cucu itu berlatih. Dan ibu sempat jadi “maskot” di dojo nya ๐Ÿ˜Š

  3. Aku udah donlot Navilerra tapi baru sempet nonton dikit. Jujur banyak banget yah drakor makin seru tapi aku ga sanggup nonton banyak apalagi kalo lagi ada kerjaan, cukup 1-2 soalnya aku juga suka ngeblog n gambar jadi pusing kak bagi waktunya huhu. Nah life quarter crisis aku lebih cepat, sebelum nikah sedangkan galau tuh pas baby blue atau anak masih bayi sekarang enak banget lah anak dah balita lol. Noted banget nih Navilerra dan dear my friend tapu kayaknya aku mau nonton Move to heaven dulu deh 10 eps sambil nunggu oppa song seung heon di voice 4 cihuy, sering2 kak review drakor aku malah ga sempet nulis drakor kecuali yang aku suka banget sampe jadi shipper kayak Dinner Mate lol, jadi pengen deh review singkat drakor yang udah aku tonton dari tahun kemarin heheeh

    1. Makin ke sini, didukung oleh kualitas SDM dan teknologi yang makin membaik, plus guyuran modal yang makin asoy, emang bikin banyak banget pilihan drakor bagus. Cuma ya itu… jumlah episode bikin kita wajib atur waktu dan prioritas.

      Padahal kalo liat drakor produksi 10 tahun lalu, laaaaa… rasa sinetron masih nempel. Tapi sejak 2 atau 3 tahun terakhir ini udah makin banyak drakor ‘rasa movie’. Koriyaaaa ini emang segala-segala cepet. Pali.. paliii…. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Klik tanda di kanan untuk menutup atau membuka menu ini

Dapatkan diskon 5% dengan klik iklan ini dan menuliskan kode: sic5
BloG

Drakor, buku, dan celotehan lainnya.

Baca topik lainnya: