Liburan, Sebulan

Kalau mau diturutin, pekerjaan tak ada habisnya. Cuan, tapi mengancam kesehatan mental. ^_^
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on email

Table of Contents

Sebelum masa pandemi Covid-19, akhir tahun sering menjadi masa sibuk.

Dulu saya menerimanya sebagai rezeki, sebab paham akan menghadapi masa-masa paceklik di sekitar triwulan kedua. Pola ini selalu berulang sejak 2015.

Namun, pola produksi bisnis ini sejak masa pandemi agak berbeda. Hampir enggak ada bulan ‘nganggur’. Mungkin karena saya sudah lebih fokus, ditambah portofolio.

Tahun ini, kebanyakan pekerjaan bisa komplit dalam nuansa lebih ‘santai’ a.k.a ga ngoyo.

Alhamdulillah, tapi kok ya lelah. Overwhelmed.

Saya paham, lelah itu mengundang drama. Terutama karena hidup bukan semata pekerjaan dan hubungan kita kepada klien.

Bahkan ketika kita berusaha no drama dengan menekan sel-sel emosi agar tidak berekspresi kelewatan, tetap saja ada sel-sel kesedihan dan rasa bersalah yang kian membesar. Semakin lama, intensitas ini dapat menguat dan bikin jebol pertahanan.

Karena itu, saya mau libur penuh minimal sebulan.

Berhubung rencana road trip keluarga kemungkinan besar dibatalkan demi antisipasi lonjakan revenge tourism akhir tahun, rencana liburan ini lebih menjadi ‘kembali ke ritme seharusnya’.

Sedangkan project jalan-jalan singkat akan dilakukan dalam jarak dekat, kebetulan pas ada kerjaan saat jam mengajar di sebuah workshop penulisan untuk sebuah kementerian.

Jadi untuk libur mulai 1 Desember 2021, saya berencana selalu tidur cepat, lalu jalan pagi dengan santai tanpa perasaan dikejar-kejar kesibukan pagi.

Kemudian membaca, sembari membereskan perpustakaan di rumah.

Mungkin bikin kompos dan berkebun lagi, karena kebun belakang udah kembali menjadi ‘hutan’.

Menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak semata wayang sebelum dia terlalu besar dan risih dekat-dekat ibunya.

Mungkin juga mencoba hiking.

Gara-gara drakor Jirisan (oh my God ada Son Sokku jadi cameo!), saya jadi berpikir-pikir untuk hiking ke gunung yang dekat-dekat aja. Hahaha. Anak pantai ini masih jiper kalau ke gunung.

Saya juga bakal libur ngakses medsos, bakal stop dulu baca berita.

Tapi, masih akan ngedrakor, dan mungkin blog ini jadi bakal lebih sering terupdate.

Tuh kan, daftar keinginan sudah membuat liburan jadi sibuk. Hehe.

Selamat siap-siap liburan!

Tahun depan, mari bekerja sewajarnya, istirahat secukupnya.

Semoga banyak rezeki ya!

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on email

Leave a Comment

Your email address will not be published.